Jumat, 05 Juni 2015



Menulis Buku Harian
Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memerhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar.

Adakah buku harian atau diarymu? Bagaimana cara menulis buku harian atau diary yang baik? Apa saja yang kamu tulis di dalam buku harian atau diarymu itu? Apakah yang kamu tulis di buku harianmu? Buku Harian atau Diary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari. Buku harian ini bisa berisi kegitan apa saja. Misalnya, kejadian atau peristiwa yang dialami setiap hari, pikiran atau permasalahan yang sedang dihadapi setiap hari.
Menulis buku harian atau diary
Sumber: http://search.tb.ask.com
Fungsi buku harian atau diary adalah sebagai kenangan masa-masa yang pernah kita alami. Bisa juga sebagai sejarah kehidupan kita. Selain itu, buku harian dapat membantu kamu menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menulis semua pengalaman, kejadian, pikiran, dan perasaan yang dialami, kamu dapat mengambil hikmah dari semua itu dan dapat menjadi pelajaran untuk waktu yang akan datang. Menulis buku harian sangat menyenangkan karena kamu dapat menuliskan dengan gaya bahasamu sendiri.
Penulisan buku harian sering menggunakan kalimat ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan dan perasaan. Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang spontan keluar dari pikiran dan perasaan yang dalam. Ada beberapa unsur yang harus ada dalam tulisan di buku harianmu. Unsur-unsur itu adalah hari, tanggal, bulan, tahun, waktu, serta kejadian yang berkesan pada hari itu.
Perhatikan contoh penulisan pengalaman dalam buku harian berikut ini!
Senin, 20 April 2015, pukul 08.00 WIB
Pagi ini, sekitar pukul 08.00 WIB, sekolahku mengumumkan tulisan siswa paling menarik di mading sekolah. Pak Dermawan mulai mengumumkan tapi ia tidak ingat siapa saja nama yang menulis di mading tersebut. Hal itu karena tidak boleh dicantumkan nama di dalam tulisan madding tersebut. Para penulisnya hanya boleh membuat nama kelompok mereka sebagai tim.
Siswa-siswi tidak sabar menunggu hasil pengumuman dari Pak Dermawan. Pak Dermawan sendiri mulai tidak tenang. Ia memanggil beberapa guru untuk menulis nama-nama tim yang menulis di madding tersebut.
Setengah jam pengumuman tak berjalan seperti yang diharapkan. Kepala sekolah datang dan menanyakan apa masalah yang terjadi. Siswa-siswa menceritakan hal tersebut kepada Pak Kepala Sekolah. Kepala sekolah memperingati Pak Dermawan sebagai penanggungjawab madding karena tidak menghargai karya siswa-siswinya. Sejak itu, setiap tulisan di madding harus dilampirkan nama penulis. Siswa-siswa senang dan mereka selalu punya tulisan untuk ditampilkan di madding setiap hari.
Sumber: Dokumentasi penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar