Menulis
Buku Harian
Tujuan
Pembelajaran:
Siswa mampu menulis
buku harian atau pengalaman pribadi dengan memerhatikan cara pengungkapan dan
bahasa yang baik dan benar.
Adakah buku harian atau diarymu? Bagaimana cara menulis buku harian atau
diary yang baik? Apa saja yang kamu tulis di dalam buku harian atau diarymu
itu? Apakah yang kamu tulis di buku harianmu? Buku Harian atau Diary
adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari. Buku harian ini bisa
berisi kegitan apa saja. Misalnya, kejadian atau peristiwa yang dialami setiap
hari, pikiran atau permasalahan yang sedang dihadapi setiap hari.

Menulis
buku harian atau diary
Sumber:
http://search.tb.ask.com
Fungsi buku harian
atau diary adalah sebagai kenangan masa-masa yang pernah kita alami. Bisa juga
sebagai sejarah kehidupan kita. Selain itu, buku harian dapat membantu kamu
menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menulis semua pengalaman,
kejadian, pikiran, dan perasaan yang dialami, kamu dapat mengambil hikmah
dari semua itu dan dapat menjadi pelajaran untuk waktu yang
akan datang. Menulis buku harian sangat menyenangkan karena kamu
dapat menuliskan dengan gaya bahasamu sendiri.
Penulisan buku harian sering menggunakan kalimat ekspresif.
Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran,
maksud, gagasan dan perasaan. Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang
spontan keluar dari pikiran dan perasaan yang dalam. Ada beberapa
unsur yang harus ada dalam tulisan di buku harianmu. Unsur-unsur itu adalah hari,
tanggal, bulan, tahun, waktu, serta kejadian yang berkesan pada hari itu.
Perhatikan
contoh penulisan pengalaman dalam buku harian berikut ini!
Senin,
20 April 2015, pukul 08.00 WIB
Pagi ini, sekitar pukul 08.00 WIB, sekolahku
mengumumkan tulisan siswa paling menarik di mading sekolah. Pak Dermawan mulai
mengumumkan tapi ia tidak ingat siapa saja nama yang menulis di mading
tersebut. Hal itu karena tidak boleh dicantumkan nama di dalam tulisan madding
tersebut. Para penulisnya hanya boleh membuat nama kelompok mereka sebagai tim.
Siswa-siswi tidak sabar menunggu hasil pengumuman
dari Pak Dermawan. Pak Dermawan sendiri mulai tidak tenang. Ia memanggil
beberapa guru untuk menulis nama-nama tim yang menulis di madding tersebut.
Setengah jam pengumuman tak berjalan seperti yang
diharapkan. Kepala sekolah datang dan menanyakan apa masalah yang terjadi.
Siswa-siswa menceritakan hal tersebut kepada Pak Kepala Sekolah. Kepala sekolah
memperingati Pak Dermawan sebagai penanggungjawab madding karena tidak
menghargai karya siswa-siswinya. Sejak itu, setiap tulisan di madding harus
dilampirkan nama penulis. Siswa-siswa senang dan mereka selalu punya tulisan
untuk ditampilkan di madding setiap hari.
Sumber: Dokumentasi
penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar