Minggu, 07 Juni 2015



Menulis Naskah Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui laku atau dialog yang dipentaskan; cerita atau kisah, terutama melibatkan konflik atau emosi yang khusus disusun untuk pertunjukan teater; kejadian yang menyedihkan.

Bermain drama
2bp.blogsport.com
Pada zaman dahulu, naskah drama tidak ditulis. Para pemain drama tidak memerlukan naskah drama ketika bermain drama. Mereka cukup menghapal dialog, jalan cerita, dan karakter tokoh yang akan mereka perankan. Sebagai contoh ketoprak, ludruk, dan lenong. 
Naskah drama adalah bentuk penyajian dalam tulisan yang disusun sedemikian rupa berdasarkan alur cerita. Menulis kreatif naskah drama yaitu menuangkan ide dan gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam sebuah tulisan dari objek yang dilihat atau diamati.
Ciri khas naskah drama yakni adanya cakapan atau lakon dalam naskah drama tersebut. Dalam penyusunan dialok ini, pengarang harus benar-benar memperhatikan pembicaraan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-hari.
Di dalam menulis naskah drama perlu diperhatikan kaidah penulisan drama yang baik. Kaidah ini perlu diperhatikan agar drama yang ditulis menarik untuk dibaca dan dipentaskan. Berikut adalah kaidah penulisan drama yang baik.
1.      Kalimat dalam naskah drama berupa kalimat langsung
Contoh:
Rahman           : Mengapa kita harus pergi bersama-sama?
Ramlan            : Biar bagaimanapun kita harus sama-sama menanggungnya.
2.      Sebelum petikan langsung diawali dengan penulisan titik dua (:)
Contoh:
Rian                 : Bisakah kucoba membawa sepeda motormu?
Roi                  : Silahkan, tapi hati-hati ya.
3.      Keterangan atau cara memerankan atau ekspresi tokoh ditulis di antara tanda kurung dan ditulis dengan huruf kecil tanpa titik atau berawal huruf besar tanpa tanda titik.
Contoh:
Santo               : (Mendorong meja yang menghalangi pintu) Aduh! Berat sekali meja ini ya.
Hengki                        : (Berjalan menuju pintu) Tunggu sebentar ya, barangkali di sini ada tali.
4.      Deskripsi tempat dan suasana ditulis seperti kalimat pada umumnya.
Contoh:
Pentas menggambarkan sebuah ruangan tamu. Dilengkapi beberapa meja dan kursi.

Sebelum mementaskan naskah drama, terlebih dahulu harus menyusun drama dalam bentuk naskah. Naskah yang runtut akan mudah dipentaskan dengan memperhatikan unsur-unsur yang membangun drama tersebut. Unsur-unsur drama yang dimaksud yaitu tema, amanat, penokohan, alur, setting, latar, pertikaian, komplik, dan penyelesaian. Unsur-unsur ini harus diperhatikan dalam menulis sebuah drama. Dengan memperhatikan unsur-unsur tersebut akan dapat memberi makna yang ditulis.
Dengan demikian, dalam menulis naskah drama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menentukan tema/topic ; menentukan isi cerita ; menentukan alur; membuat kerangka; mengembangkan kerangka, dan ; melakukan evaluasi dan pembenahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar