Menulis Naskah Drama
Drama berasal dari
bahasa Yunani “draomai” yang berarti
berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat
menggambarkan kehidupan dan watak melalui laku atau dialog yang dipentaskan;
cerita atau kisah, terutama melibatkan konflik atau emosi yang khusus disusun
untuk pertunjukan teater; kejadian yang menyedihkan.

Bermain
drama
2bp.blogsport.com
Pada zaman dahulu, naskah drama tidak ditulis. Para pemain
drama tidak memerlukan naskah drama ketika bermain drama. Mereka cukup
menghapal dialog, jalan cerita, dan karakter tokoh yang akan mereka perankan.
Sebagai contoh ketoprak, ludruk, dan lenong.
Naskah drama adalah bentuk penyajian dalam
tulisan yang disusun sedemikian rupa berdasarkan alur cerita. Menulis kreatif
naskah drama yaitu menuangkan ide dan gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam
sebuah tulisan dari objek yang dilihat atau diamati.
Ciri khas naskah drama yakni adanya cakapan atau lakon dalam
naskah drama tersebut. Dalam
penyusunan dialok ini, pengarang harus benar-benar memperhatikan pembicaraan
tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-hari.
Di dalam menulis naskah drama perlu
diperhatikan kaidah penulisan drama yang baik. Kaidah ini perlu diperhatikan
agar drama yang ditulis menarik untuk dibaca dan dipentaskan. Berikut adalah
kaidah penulisan drama yang baik.
1.
Kalimat dalam naskah drama
berupa kalimat langsung
Contoh:
Rahman :
Mengapa kita harus pergi bersama-sama?
Ramlan :
Biar bagaimanapun kita harus sama-sama menanggungnya.
2.
Sebelum petikan langsung
diawali dengan penulisan titik dua (:)
Contoh:
Rian :
Bisakah kucoba membawa sepeda motormu?
Roi :
Silahkan, tapi hati-hati ya.
3.
Keterangan atau cara
memerankan atau ekspresi tokoh ditulis di antara tanda kurung dan ditulis
dengan huruf kecil tanpa titik atau berawal huruf besar tanpa tanda titik.
Contoh:
Santo :
(Mendorong meja yang menghalangi pintu) Aduh! Berat sekali meja ini ya.
Hengki :
(Berjalan menuju pintu) Tunggu sebentar ya, barangkali di sini ada tali.
4.
Deskripsi tempat dan suasana
ditulis seperti kalimat pada umumnya.
Contoh:
Pentas menggambarkan sebuah ruangan tamu. Dilengkapi beberapa meja
dan kursi.
Sebelum mementaskan naskah
drama, terlebih dahulu harus menyusun drama dalam bentuk naskah. Naskah
yang runtut akan mudah dipentaskan dengan memperhatikan unsur-unsur yang
membangun drama tersebut. Unsur-unsur drama yang dimaksud yaitu tema, amanat,
penokohan, alur, setting, latar, pertikaian, komplik, dan penyelesaian. Unsur-unsur
ini harus diperhatikan dalam menulis sebuah drama. Dengan memperhatikan
unsur-unsur tersebut akan dapat memberi makna yang ditulis.
Dengan demikian, dalam menulis naskah drama ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menentukan tema/topic ; menentukan isi cerita ;
menentukan alur; membuat kerangka; mengembangkan kerangka, dan ; melakukan evaluasi dan pembenahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar