Jumat, 05 Juni 2015



Membaca Teks Cerita Anak
Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu menceritakan kembali cerita anak yang dibaca.

Apakah kamu suka cerita anak? Pernahkah kamu membaca teks cerita anak? Dapatkah kamu menceritakan kembali dengan menyebutkan hal-hal yang menarik dan tidak menarik dalam cerita tersebut? Mampukah kamu menceritakan cerita tersebut dengan bahasamu sendiri? Membaca teks cerita anak termasuk ke dalam bentuk membaca indah. Membaca indah sering pula disebut membaca emosional. Tujuan membaca indah adalah memperoleh nilai-nilai keindahan lewat nada, irama, intonasi, dan gerak-garik mimik, serta gerakan badan.
Bacalah kutipan cerita anak berikut dengan cermat!

 

Irfan dan Burung Pelatuk


Hari Minggu, Irfan berjalan-jalan di sebuah hutan dengan Ayahnya. Ketika tengah berjalan, ia memikirkan betapa indahnya pepohonan dan seluruh alam semesta. Ayahnya kemudian bertemu dengan seorang teman, dan ketika dua orang dewasa itu bercakap-cakap, Irfan mendengar sebuah suara:
ağaçkakanTuk, tuk, tuk, tuk, tuk, tuk ... Suara itu datang dari sebuah pohon. Irfan mendatangi burung yang membuat suara itu, dan bertanya:
"Mengapa engkau memukuli pohon dengan paruhmu seperti itu?"
Burung itu menghentikan pekerjaannya, dan berbalik memandang Irfan. "Aku seekor pelatuk," jawabnya. "Kami membuat lubang di pepohonan, dan membangun sarang-sarang kami di dalamnya. Kadang-kadang kami menyimpan makanan di dalam lubang-lubang pohon ini. Lubang ini adalah lubang pertama buatanku. Aku akan membuat ratusan lubang persis seperti ini." Irfan memperhatikan lubang itu. "Bagus. Tapi, bagaimana engkau menyimpan makanan di tempat sekecil ini?" Ia berpikir.
"Sebagian besar burung pelatuk memakan biji ek. Biji-biji ini cukup kecil," si pelatuk menjelaskan. "Di dalam setiap lubang, aku akan meletakkan sebiji ek. Dengan cara itu, aku dapat menyimpan cukup makanan untuk diriku sendiri."
Irfan bingung. "Tapi, daripada capek-capek membuat puluhan lubang kecil seperti ini," katanya, "kamu bisa membuat sebuah lubang besar dan menyimpan semua makananmu di sana."
ağaçkakanBurung pelatuk itu tersenyum. "Kalau itu kulakukan, burung-burung lain akan datang dan menemukan tempat persediaan makananku. Mereka akan mencuri biji ek. Lubang yang kubuat berbeda-beda ukurannya. Ketika kuletakkan biji ek yang kutemukan ke dalam lubang, kusimpan sesuai dengan ukurannya. Ukuran biji ek persis sebesar lubang buatanku. Dengan cara itu, biji ek dapat menempati lubang dengan pas, dan rapat! Allah menciptakan paruhku sedemikian rupa sehinga aku dapat mengeluarkan biji ek dengan mudah dari dalam lubang. Karena itu, aku dapat mengambil dari pohon tanpa kesulitan apapun. Burung-burung lain tak dapat melakukan itu, karenanya, makananku aman. Tentu saja, aku tak punya otak untuk memikirkan semua itu. Aku ini cuma seekor pelatuk. Allah membuatku melakukan semua ini. Allahlah yang mengajariku bagaimana menyembunyikan makananku. Allah yang menciptakan paruhku dengan cara yang tepat untukku. Sesungguhnya, ini bukan hanya terjadi padaku—semua makhluk hidup mampu melakukan hal-hal yang mereka lakukan karena itulah cara yang diajarkan Allah pada mereka."
Irfan setuju: "Engkau benar. Terimakasih telah memberitahu aku semua itu ... Kamu mengingatkan aku pada kuasa Allah yang luarbiasa."
Irfan mengucapkan selamat jalan pada teman kecilnya, dan kembali pada Ayahnya. Ia sangat gembira karena ke manapun ia memandang, ia selalu melihat keajaiban Allah lainnya

Sumber: http://id.harunyahya.com

Setelah cerita di atas kamu baca dan pahami kamu hendaknya dapat menceritakan kembali cerita anak di atas. Bagaimana agar kamu dapat menceritakan kembali cerita di atas dengan baik, maka kamu harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Judul cerita.
2. Hal-hal yang menarik dari cerita-cerita tersebut.
3. Hal-hal yang tidak menarik dari cerita.
4. Tokoh-tokoh dalam cerita.
5. Watak para tokoh.
6. Runtutan cerita, yaitu kapan terjadinya dan di mana kejadiannya.
7. Konflik dalam cerita.
8. Penyelesaian dalam cerita.

Susunlah hal-hal di atas dengan runtut berdasarkan cerita yang kamu baca di atas. Setelah itu, ceritakanlah kembali cerita di atas dengan bahasamu sendiri berdasarkan hal-hal di atas. Begitulah cara menceritakan kembali sebuah cerita sesuai dengan urutan peristiwa dalam suatu cerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar