Bercerita
Kamu tentu pernah
bercerita atau mendengar cerita atau dongeng dari ibu atau kakakmu bukan?
Bagaimana cara mereka bercerita atau mendongeng? Keterampilan bercerita atau
mendongeng merupakan bentuk keterampilan berbicara. Oleh karena itu, seorang
pencerita atau pendongeng dituntut memiliki perbendaharaan kata yang kaya
sehingga dapat memilih kata yang tepat sesuai khalayak pendengarnya. Diksi
(pilihan kata) untuk konsumsi anak balita tentu berbeda dengan diksi untuk
anak-anak usia SD dan SMP. Seseorang yang suka menceritakan cerita kepada orang
lain disebut pendongeng (story teller).
Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut? Untuk dapat menjadi seorang
pencerita yang baik, hendaknya memerhatikan beberapa teknik dalam bercerita.
Adapun teknik-teknik bercerita yang baik antara lain:
- Menggunakan kata-kata yang komunikatif (tidak kaku).
Jika mungkin, menggunakan kata-kata baku yang sedang trend agar tercipta
hubungan yang dekat dengan pendengar.
- Mengucapkan huruf, kata, dan kalimat dengan lafal yang
tepat agar pendengar lebih mudah memahami isi cerita.
- Memerhatikan intonasi kalimat. Intonasi adalah naik
turunnya lagu kalimat yang berfungsi membentuk makna kalimat. Dengan
intonasi yang tepat, pendengar dapat membedakan pengucapan kalimat untuk
nada sedih, marah, gembira, dan sebagainya.
- Mengucapkan kalimat dengan jeda yang tepat. Jeda adalah
perhentian lagu kalimat. Jeda berfungsi untuk menandai batas-batas satuan
kalimat.
- Memerhatikan nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya
pengucapan suatu kata. Dalam hal ini, intonasi berfungsi untuk memberi
tekanan khusus pada kata-kata tertentu. Tinggi-rendahnya nada dapat
membedakan bagian kalimat yang satu dengan bagian kalimat lain yang tidak
penting.
- Penerapan gesture dan mimik yang tepat. Gesture adalah
peniruan dengan gerak-gerik anggota badan, sedangkan mimik dalam peniruan
gerakan raut muka. Penguasaan gesture dan mimik dapat dilakukan dengan
meniru gerakan orang tertawa, menangis, melompat, menyumpit, berteriak,
dan sebagainya.
Setelah memahami
teknik-teknik bercerita, kamu dapat menggunakan cerita rakyat dari Kalimantan
yang berjudul Anggrek Hitam untuk Domia pada halaman depan untuk latihan
bercerita. Sebelumnya, perhatikan tanda- tanda intonasi dan jeda pada
pengucapan sebuah kalimat berikut.
a.
Tanda / untuk intonasi tinggi.
b.
Tanda \ untuk intonasi rendah.
c.
Tanda | untuk jeda sebagai tanda henti sementara.
d.
Tanda // untuk jeda akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar