Minggu, 07 Juni 2015



Membaca Teks Drama
Naskah drama merupakan salah satu genre sastra yang disejajarkan dengan puisi dan prosa. Sedangkan pementasan drama adalah salah satu jenis kesenian mandiri yang merupakan integrasi antara berbagai jenis kesenian seperti musik, tata lampu, seni lukis (dekorasi dan panggung), seni kostum, seni rias, seni tari, dan lain sebagainya. Jika kita membicarkan pementasan drama, maka kita dapat mengarahkan ingatan pada wayang, ludruk, ketoprak, lenong, dan film.

Berlatih peran sesuai naskah dialog drama
Sumber:3bp.blogsport.com

Drama menggambarkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para tokohnya sesuai dengan cerita dan dalam melakukan perbuatan-perbuatan tersebut ada tujuan yang harus dipenuhi serta ada pula hal-hal yang menghambat untuk mencapai tujuan itu. Drama merupakan suatu pertunjukan yang membawakan sebuah cerita, media yang digunakan untuk menyampaikan cerita tersebut melalui gerak dan dialog-dialog yang dilakukan oleh para tokohnya.
Drama dibangun oleh unsur-unsur drama. Unsur dalam yang membangun drama disebut unsur intrinsik. Unsur intrinsik naskah drama terdiri dari:
1.Tema
Tema merupakan gagasan utama yang mendasari naskah drama. Tema dalam drama biasanya berhubungan dengan  nilai-nilai yang terkandung dalam  cerita drama.
2.Plot/alur
Plot disebut juga kerangka cerita merupakan jalinan peristiwa atau kejadain   dalam cerita drama dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua kubu yang bertentangan (kebaikan dan kejahatan). Plot dalam drama terdiri atas beberapa tahap, yaitu:
  1. Eksposisi (tahap perkenalan).
  2. Konflik (masalah mulai muncul)
  3. Komplikasi (konflik yang semakin berkembang dan semakin banyak)
  4. Krisis atau klimaks (konflik yang telah memuncak)
  5. Resolusi (mulai ada penyelesaian konflik)
  6. Keputusan (semua konflik berakhir)
3. Latar
Latar memengaruhi jalan cerita, dan juga watak tokoh. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Latar tempat (tempat peristiwa berlangsung)
  2. Latar waktu (waktu kejadian berlangsung)
  3. Suasana (keadaan atau suasana ketika suatu peristiwa berlangsung)
4. Penokohan atau perwatakan
Penokohan atau perwatakan adalah orang yang berperan dalam suatu drama dan dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Protagonis (tokoh sebagai pembawa ide pokok yang merupakan pusat cerita dan bersifat baik)
  2. Antagonis (tokoh yang menentang ide pokok dan bersifat jahat)
  3. Tritagonis (tokoh yang berperan sebagai pendamai antara tokoh protagonis dengan tokoh antagonis)

5. Amanat

Amanat merupakan kesimpulan atau pesan yang disampaikan pengarang melalui media drama yang harus dicari oleh para pendengar, pembaca, dan penonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar